src="http://kikiefendiclock.googlecode.com/files/www.kikiyo.co.cc.cursor-bintang-silver.js" type="text/javascript">

Kamis, 17 Januari 2019

CONTOH PIDATO TENTANG PENDIDIKAN


Assalamualaikum wr.wb
Selamat pagi Bapak Riza serta rekan-rekan PBSI semester 3 yang berbahagia
Marilah kita panjatkan rasa syukur kita atas kehadirat Allah SWT yang melimpah rahmat, taufik serta hidayahnya sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat pada pagi hari.
Teman-temanku yang berbahagia..
Saya berdiri sini akan menyampaikan bagaimana situasi sosial tentang pendidikan di Pacitan saat ini..
            Ketika kita melihat realita sekitar, presentase anak untuk meneruskan ke jenjang perguruan tinggi itu lebih rendah daripada anak yang meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dari sinilah masalah muali muncul dan menghambat laju pembangunan. Pendidikan masih tersandung kendala stagnasisasi (apa itu?) pembangunan di Pacitan.
            Fenomena ini bukan tanpa alasan. Alasan yang paling sering tersdengar adalah dari faktor keluarga atau faktor orang tua. Mengapa? Kebanyakan orang tua melarang anaknya melanjutkan pendidikan setelah SMA dikarenakan faktor biaya. Faktor biaya tersebut mungkin alasan yang cukup logis mengingat mayoritas orang di Pacitan berprofesi sebagai petani dan angka penghasilannya juga cukup rendah. Terutama untuk  di daerah yang terpelosok, atau jauh dari cangkupan kota. Cara berpikir orang tua masih sangat tradisonal yaitu mereka berpikir bahwa pendidikan itu tidak terlalu penting dan malah menghabiskan uang karena memang biaya pendidikan itu agak mahal, dan sebaliknya mereka orang tua beranggapan bahwa lebih baik anak disuruh kerja untuk menghasilkan uang dan membantu perekonomian keluarga.
            Artinya faktor kesadaran orang tua terhadap pendidikan itu tergolong rendah dan menimbulkan sikap prihatin. Hal itu akan berdampak kepada masa depan anak. Anak akan tumbuh menjadi mohon maaf bisa jadi pengangguran, Karena memasuki era milineal dan generasi digital native maka pendidikan itu masuk perhitungan kualifikasi pekerjaan masa kini. Imbasnya pemuda tersebut sebagian besar memutuskan untuk pergi merantau ke kota besar kemudian bekerja sebagai buruh pabrik atau pekerjaan kasar lainnya kemudian balik ke kampung dan menikah. Hal itu seperti siklus yang terdapat di Pacitan. Hal ini yang perlu menjadi perhatian sekarang.
            Sebenarnya hal itu juga bukan sepenuhnya kesalahan dari masyarakat saja, tetapi analisa pola pendidikan di Pacitan pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Hal yang perlu ditilik lebih dalam yaitu terdapat pada metodologi pendidikan yang lemah dalam membentuk generasi yang berkarakter. (apa itu?)
            Pendidikan belum menyentuh problematika rill atau masalah nyata dalam masyaraka. Pendidikan masih terpaku pada teoritis dan mengabaikan masalah yang ada di lapangan. Padahal sebenernya yang dibutuhkan masyarakat adalah tata nilai dari proses pendidikan  yaitu membentuk karakter kepemimpinan, membentuk kapasitas diri, mencipta konsep diri yang visioner atau berpandangan jauh di masa depan.
            Faktor penghambat laju dari pembangunan yaitu pendidikan yang masih menggunakan metode pembelajaran yang bersifat konvesional atau tradisioanl, tidak mengggunakan kultural daerah sehingga output siswa kurang berkualitas. Hal ini tentunya berimbas pada pola perilaku anak anak Pacitan. Terdapat sejumlah kasus yang menyandung pendiidkan Pacitan misalnya kasus pornografi, kekerasan dan lain-lain
Tentu hal ini harus menjadi tanggung jawab kita semua, baik kita selaku pelajar, calon pendidik, calon orang tua dan masyarakat. Karena generasi yang seperti itu akan menjadi boomerang bagi negara kita. Mau dibawa kemana negara kita apabila generasinya saja sudah seperti itu?
            Melihat beberapa faktor hal yang membuat pendiidkan di Pacitan merasa prihatin maka sebagai masyarakat pacitan harus bekerja sama. Karena permasalahan ini tidak bisa dituntaskan dengan sendirian. KITA ITU SATU BUKA SATU SATU.

PERLU PARADIGMA DALAM KONTEKS REFORMULASI POLA PENDIDIKAN






0 komentar:

Posting Komentar