CABAI
MELEJIT RAKYAT MENJERIT
Pacitan,
(26/12/18) Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 harga cabai mulai
meroket. Tak tanggung-tanggung kisaran harganya mencapai Rp 40.000 – Rp
50.000 per kilogram dari harga normal antara Rp 20.000 – Rp 30.000 untuk
berbagai varian cabai.
“Saya
sebagai pedagang merasa keberatan, kasihan orang kecil biasanya dari harga
segini kemudian naik, ya berarti untungnya dikit. Cabai rawit yang tadinya Rp
18.000 naik menjadi Rp 44.000,” keluh Siti, salah satu pedagang pasar
Arjowinangun.
Siti
menambahkan, kenaikan harga komoditas pangan menjadi hal yang lumrah setiap
jelang Natal dan akhir tahun. Sementara, pedagang lain juga mengatakan hal yang
sama terkait kenaikan harga komoditas pangan terutama cabai.
Tak
hanya pedagang, kenaikan harga cabai ini juga mencekik masyarakat, terutama pecinta
cabai dan pedagang yang menyajikan menu makanan bercita rasa pedas.
“Saya
cukup keberatan karena kenaikan harga pokok ini, apalagi cabai. Kalo nggak makan
cabai rasanya kurang nikmat,” ujar Maryati, ibu rumah tangga saat ditemui pasar
Arjowinangun
“Tentu kenaikan harga cabai ini membuat
penurunan cita rasa, karena penggunaan cabai terpaksa harus dikurangi, sehingga
membuat pelanggan saya kurang puas”,ujar pedagang ayam siram.
Tidak
hanya komoditi cabai yang mengalami kenaikan, beberapa jenis kebutuhan dapur
seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan yang cukup
signifikan. Masyarakat berharap pemerintah bisa mengendalikan kenaikan komoditas
pangan sehingga tidak menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan.







0 komentar:
Posting Komentar