src="http://kikiefendiclock.googlecode.com/files/www.kikiyo.co.cc.cursor-bintang-silver.js" type="text/javascript">

Kamis, 17 Januari 2019

CONTOH BERITA TERKINI "CABAI MELEJIT RAKYAT MENJERIT"


CABAI MELEJIT RAKYAT MENJERIT


Pacitan, (26/12/18) Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 harga cabai mulai meroket. Tak tanggung-tanggung kisaran harganya mencapai Rp 40.000 – Rp 50.000 per kilogram dari harga normal antara Rp 20.000 – Rp 30.000 untuk berbagai varian cabai.
“Saya sebagai pedagang merasa keberatan, kasihan orang kecil biasanya dari harga segini kemudian naik, ya berarti untungnya dikit. Cabai rawit yang tadinya Rp 18.000 naik menjadi Rp 44.000,” keluh Siti, salah satu pedagang pasar Arjowinangun.
Siti menambahkan, kenaikan harga komoditas pangan menjadi hal yang lumrah setiap jelang Natal dan akhir tahun. Sementara, pedagang lain juga mengatakan hal yang sama terkait kenaikan harga komoditas pangan terutama cabai.
Tak hanya pedagang, kenaikan harga cabai ini juga mencekik masyarakat, terutama pecinta cabai dan pedagang yang menyajikan menu makanan bercita rasa pedas.
“Saya cukup keberatan karena kenaikan harga pokok ini, apalagi cabai. Kalo nggak makan cabai rasanya kurang nikmat,” ujar Maryati, ibu rumah tangga saat ditemui pasar Arjowinangun
 “Tentu kenaikan harga cabai ini membuat penurunan cita rasa, karena penggunaan cabai terpaksa harus dikurangi, sehingga membuat pelanggan saya kurang puas”,ujar pedagang ayam siram.
Tidak hanya komoditi cabai yang mengalami kenaikan, beberapa jenis kebutuhan dapur seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Masyarakat berharap pemerintah bisa mengendalikan kenaikan komoditas pangan sehingga tidak menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan.


0 komentar:

Posting Komentar